Showing posts with label listrik. Show all posts
Showing posts with label listrik. Show all posts

Monday, December 23, 2013

Buaya vs Belut Listrik Kira Kira Siapa yang Bisa Lolos Dari Maut yaa

http://prometheus.med.utah.edu/~bwjones/wp-content/uploads/iblog/Electric%20Eel.jpg

Kalian semua pasti sudah tidak asing lagi dengan belut listrik (Electrophorus electricus) adalah spesis ikan yang tergolong dalam kategori keluarga gymnotiformes dimana mereka adalah jenis ikan yang mampu menghasilkan tenaga listrik (selain daripada jenis Knifefish).
Kalian semua pasti sudah tidak asing lagi dengan belut listrik (Electrophorus electricus) adalah spesis ikan yang tergolong dalam kategori keluarga gymnotiformes dimana mereka adalah jenis ikan yang mampu menghasilkan tenaga listrik (selain daripada jenis Knifefish).

Tenaga listrik yang dihasilkan belut listrik ini digunakan sebagai alat untuk  mereka berburu, berinteraksi dengan belut lain dan mempertahankan diri.

http://prometheus.med.utah.edu/~bwjones/wp-content/uploads/iblog/Electric%20Eel.jpg

Walaupun ia diberi nama belut listrik ,namun secara ilmiahnya mereka diklasifikasikan sebagai ikan karena jenis keluarga mereka lebih terarah ke keluarga ikan keli (catfish) dan ikan pisau (knifefish).

Coba Anda tonton video ini dan saksikan kejadian dimana seorang pemancing yang memancing di pinggir sungai berhasil menjerat seekor belut listrik.

Namun sepertinya sang pemancing tidak sadar bahwa yang ia pancing adalah seekor belut listrik. Ketika mereka sedang berusaha menaikkan hasil pancingannya itu, tanpa disadari seekor buaya yang lapar ternyata menghampiri belut itu.

Dengan sangat cekatan, buaya tersebut menyergap belut tersebut. Tapi sayangnyasang buaya juga mungkin tidak menyadari bahwa mangsanya itu adalah seekor belut listrik.

Dalam beberapa menit saja, tamatlah riwayat sang buaya tersebut karena sengatan listrik yang dihasilkan belut tersebut.


Sumber :
youtube.com
Read More..

Sunday, October 27, 2013

Jepang Produsen Mobil Listrik Nomor 1

Jumlah produksi mobil listrik global diprediksi mencapai 1,1 juta unit pada 2015. Menurut lembanga konsultasi Roland Berger di Jerman, Jepang akan mempimpin industri mobil listrik dunia dengan produksi mencapai 283.000 unit. Hal tersebut ditopang oleh peluncuran Toyota Prius plug in dan Mitsubishi i-miEV. Menyusul Amerika Serikat diisi oleh Chevrolet Volt, Spark dan Ford Fiesta serta Jerman di peringkat ketiga, 205.000 unit.


Volkmar Denner, Direktur Robert Bosch mengatakan, penjualan mobil listrik terjadi secara besar-besaran setelah 2020. "Saya perkirakan setelah 2020, jarak tempuh mobil listrik akan lebih baik, bisa mencapai sampai 300 km, dua kali lipat dari yang sekarang," jelas Volkmar, dilansir Autonews Europe, kemarin (27/5/2013).

Komisaris Perhubungan Uni Eropa, Siim Kallas mengatakan, konsumen bersedia  membeli mobil listrik jika harganya masuk akal plus inftrastruktur yang sudah tersedia untuk mengisi ulang baterai. "Saat ini konsumen belum mantap untuk beralih," tukas Siim.

Skeptis
Kanselir Jerman Angela Merkel memastikan, tetap dengan targetnya, populasi mobil listrik akan mencapai 1 juta unit pada 2020. Tiga tahun setelah target itu dikemukannya, penjualan mobil listrik belum menunjukkan hasil yang  memuaskan. Sampai Januari 2013, hanya terdapat  7.114 unit mobil listrik dari 43,4 juta unit mobil konvensional di Jerman. Kalau ditambahkan dengan versi hibrida ,jumlahnya hanya 72.109 unit.

"Rencana dan proyeksi kami memang ambisius. Masih ada kesempatan untuk mencapainya," tegas Merkel.

Pandangan skeptis terhadap target Merkel mulai bermunculan. Thomas Schlick, mitra di lembaga peneliti Roland Berber mengatakan, mungkin lebih rasional jika Kanselir mengubah targetnya menjadi 600.000 unit dari 1 juta unit mobil listrik dan hibrida pada 2020.

"Langkah politis untuk mendorong penggunaan mobil listrik memang menambah keyakinan. Namun bisa langsung naik. Kenaikkan bertahap, sama dengan  lahirnya teknologi-teknologi baru," beber Thomas.

Banderol mobil listrik lebih mahal sekiar 10.000 euro dari konvensional. Pengisian baterai membutuhkan waktu berjam-jam. Konsumen yang tidak punya garasi dan memarkir mobilnya di pinggir jalan, khawatir mobilnya kehabisan energi karena tidak bisa mengisi baterai.

Sumber: kompas.com
Read More..